The Outfit Review: Drama Gangster Klasik Berlokasi Di Satu Tempat Penuh Misteri

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

“The Outfit” adalah movie drama thriller pidana nan disutradarai oleh Graham Moore dengan naskah dia tulis berbareng Johnathan McClain. Dibintangi oleh Mark Rylance, dia adalah seorang penjahit setelan berjulukan Leonard Burling nan mempunyai butik di Chicago pada 1956. Namun daripada disebut sebagai seorang ‘penjahit’, Burling lebih memilih untuk disebut sebagai ‘pemotong’.

Bukan butik biasa nan dia miliki, selain menerima pesanan setelan, butiknya juga menerima duit kotor setoran personil gangster Irlandia, family Boyle, nan menguasai wilayah tersebut.

Ketika persaingan antara Boyle dengan gangster saingannya, LaFontaine memanas, Boyle mengendus pengkhianatan di pihaknya, dimana juga bisa melibatkan eksistensi butik Burling. “The Outfit” juga dibintang oleh Zoey Deutch dan Dylan O’Brien.

Jika pada movie bertema gangster alias mafia mengeksplorasi perspektif pandang tindakan para gangster di lapangan, dalam movie ini kita bakal menjadi saksi mata berbareng Burling nan hanya bertindak sebagai mediator, apalagi nyaris tidak mempunyai keterkaitan sama sekali selain bahwa butiknya menjadi tempat transaksi info dan uang.

The Outfit

Drama Gangster, Psychological Thriller, dan Misteri

“The Outfit” mempunyai beberapa komponen dalam mediumnya nan sekilas sudah sangat spesifik dan latarnya nan minimalis. Mulai dari drama pidana tentang persaingan antar golongan gangster di Chicago. Kemudian misteri dibalik protagonisnya sendiri, Leonard Burling nan enigmatic.

Karena bukan movie gangster nan konsentrasi pada tindakan dan baku tembak, movie ini lebih kental drama nan mempermaikan ilmu jiwa di antara setiap karakter. Dialog mereka dirancang dengan hati-hati dan sangat perincian tanpa plot hole. Karena hanya perbincangan nan bisa kita andalkan untuk mengenal masing-masiing karakter, siapa mereka nan sesungguhnya di luar butik milik Burling.

Lebih banyak segmen nan menegangkan di antara perbincangan nan mempertanyakan kebenaran. Ada plot nan membikin “The Outfit” juga mempunyai komponen whodunit, namun jauh dari ekspektasi kita bakal plot whodunit nan generik, nan satu ini lebih imajinatif dan kaya plot twist. Namun lebih dari sekadar plot twist nan mengandalkan shock value, kejutan-kejutan nan muncul dalam perkembangan plot adalah hasil dari kecerdikan setiap karakter memainkan ‘kartu’ mereka.

The Outfit

Mark Rylance Bersinar sebagai Protagonis Penuh Misteri

Mark Rylance adalah salah satu tokoh Hollywood terbaik nan ada di beberapa movie populer, namun tetap sering kita lupakan. Ia tampil dalam “Ready Player One” (2018), “The Trial of the Chicago 7” (2020), “The BFG” (2016), dan film-film lainnya.

Rylance kembali dengan kemisteriusnya untuk “The Outfit” seperti penampilan memikat dan menakutkannya dalam drama romansa kanibal, “Bones and All”. Aktor ini mempunyai wajah sempurna sebagai laki-laki dengan rahasia gelap nan kita minta tidak perlu kita ketahui. Bedanya dalam “The Outfit” ada kehangatan dan kebijakan dalam karakternya untuk kita dukung sebagai protagonis.

Mark Rylance adalah tokoh sempurna untuk memainkan Leonard Burling. Sekalipun ada dari kita nan bisa menebak identitas dan masa lampau Burling lebih sigap lantaran memperhatikan cerita lebih cermat, tidak bakal menyudahi rasa penasaran kita bakal nasib Burling pada akhir kisah ini. Karakter Burling juga menjadi narator sepanjang film, dengan perumpamaan metode memotong dan menjahit nan bersenggolan dengan plot drama gangster dalam film.

Rylance juga lihai dalam mempresentasikan karakter Burling dengan keambiguan dalam setiap perkataannya. Kita bisa bilang dia berbohong, namun jelas ada kebenaran nan dia sembunyikan.

Berlokasi di Satu Tempat Saja, Editing dan Dialog Hadir Memikat

Salah satu nan membikin “The Outfit” menarik adalah latar filmnya nan hanya berlokasi di satu tempat saja. Dari awal hingga akhir, kita tak bakal beranjak setidaknya dari pintu depan butik, resepsionis, ruangan display, dan bagian paling belakang butik, tempat Burling mengerjakan setelan-setelan pesanan kliennya. Ini nyaris seperti pagelaran drama panggung nan immersive. Aktor nan terlibat juga tidak banyak, namun selain Mark Rylance, semuanya juga tampil memikat sesuai porsi masing-masing.

Ada salah satu segmen dengan editing maju mundur nan sangat imajinatif sebagai ragam dalam filmnya. Eksekusinya sangat efektif dan sukses menambah ketegangan, serta mengubah interkasi penyampaian pesan terasa lebih memikat daripada jika dieksekusi dengan langkah nan biasa. Namun tak lantas dipergunakan terus menerus, menunjukan visi sutradara nan dewasa dalam mengarahkan movie ini.

Dialog-dialog nan dilontarkan sepanjang movie seperti potongan puzzle nan berkontribusi untuk membentuk satu gambar untuh. Tidak ada perbincangan dan segmen nan terbuang-buang. Sebagai movie penuh teka-teki, “The Outfit” tak lupa memberikan jawaban pada setiap misterinya. “The Outfit” sedang bisa di-streaming di Netflix.

Selengkapnya
Sumber Review Movie Terbaru
Review Movie Terbaru