The Day Before The Wedding: Balada Persahabatan Cosplayer Pengantin

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

“The Day Before the Wedding” merupakan movie drama Indonesia nan sutradarai oleh Razka Robby Ertanto. Ia juga sebelumnya menyutradarai movie “Cross The Line” dan “Ave Maryam”. Kerap angkat latar belakang kehidupan karakter nan tetap jarang dieksplorasi di sinema Indonesia, movie drama dengan poster dua pengantin nan mencuri perhatian dengan estetikanya ini adalah balada cosplayer di Kota Tua, Jakarta. Film ini dibintangi oleh Amanda Rawles sebagai Clara dan Della Dartyan sebagai Kinan.

Clara dan Kinan adalah dua berkawan nan menyambung hidup sebagai cosplayer pengantin di Kota Tua. Meski sangat dekat dan satu perjuangan, keduanya mempunyai dua mimpi berbeda sebagai wanita. Clara mau menjadi pramugari sementara Kinan tak sabar melepas lajang dan menikah dengan kekasihnya, Gerald (Keanu Campora). Namun, masalah muncul ketika keduanya mengandung dari laki-laki nan sama.

Potrait Kehidupan Cosplayer di Kota Tua nan Otentik

Razka Robby Ertanto tampaknya sangat berpihak pada golongan working class di kota besar dan melakukan upaya terbaik untuk sajikan potrait nan otentik. Upaya nan sama juga kembali kita lihat pada “The Day Before the Wedding”. Kita bakal mengikuti rutinitas Clara, Kinan, berbareng teman-teman cosplayer lainnya, diarahkan dengan naskah serta sekuen segmen nan sederhana dan otentik. Dialog nan dibawakan juga apa adanya, tidak didramatisir, serta dibawakan dengan alami oleh setiap aktornya.

Sinematografi movie ini mengingatkan kita pada “Cross The Line”. Salah satu skill sutradara Razka sejauh ini adalah “meromantisasi” latar kehidupan penduduk sosial bawah terlihat lebih artistik. Kita semua mungkin bisa mengira, bahwa lokasi-lokasi ini pastinya kumuh dan tidak sedap dipandang jika kita datangi langsung. Namun pemilihan filter dan editing movie ini membikin filmnya tetap lezat dipandang setiap frame-nya. Satu saja kekurangan tekniknya adalah mixing dan mastering suaranya.

Penokohan Karakter dan Penampilan Akting Amanda Rawles

Meski kita memandang ada dua karakter nan di-highlight, “The Day Before the Wedding” lebih banyak mengikuti perspektif pandang Clara. Terutama kisahnya nan berupaya mencapai mimpi di Jakarta sebagai pramugari. Kita bakal mengikuti Clara nan bolak-balik menjalani tes pramugari, sembari ngamen sebagai cosplayer lantaran hanya dengan pekerjaan tersebut dia bisa menghasilkan uang.

Penampilan Amanda Rawles menjadi nan terbaik dalam movie ini. Ada beberapa segmen dimana dia bisa menampilkan emosi nan alami dan meyakinkan. Meski tetap kurang porsinya dalam menampilkan latar belakang persahabat antara kedua karakter, Amanda dan Della untungnya sanggup menampilkan chemistry nan cukup untuk menyentuh hati penontonnya.

Penampilan Keanu Campora tetap kurang. Justru karakter pendukung nan menjadi cosplayer biarawati tampil lebih berkesan setiap kali muncul diadegan, meski tidak terlalu banyak.

Banyak Premis Menarik Namun Eksplorasi Kurang Mendalam

“The Day Before the Wedding” dari posternya sudah terlihat menarik, membaca premisnya kita juga langsung mempunyai ekspektasi bahwa ini bakal sajikan naskah nan baru dalam skenannya. Ada banyak premis nan menarik dalam skenario ini, sayangnya tidak dipresentasikan dengan lebih artistik dalam penulisan naskahnya. Pertama, latar belakang dua karakter utama sebagai cosplayer Kota Tua, ini tetap menjadi premis nan presentasinya sudah bagus dalam naskah.

Kedua, dualitas antara Clara dan Kinan ini juga menarik. Kinan tidak mau sulit-sulit membangun karir, dia hanya mau segera menikah, menjadi istri dan ibu. Sebaliknya Clara mau jadi wanita karir dan tidak terlalu memandang romantisnya suatu pernikahan. Ini rupanya lantaran dia adalah anak dari istri kedua ayahnya nan berpoligami. Premis-premis menarik ini nyatanya hanya ditampilkan ala kadarnya dalam setiap adegan. Hanya satu dua segmen saja, tanpa perbincangan dengan kedalaman nan eksploratif nan kohesif.

Sutradara Razka jelas mempunyai buahpikiran nan menarik untuk filmnya ini, namun sepertinya tetap kurang digodok untuk membentuk naskah nan lebih sinematik. Terlihat upaya sutradara nan menjunjung realism dan cita rasa otentik untuk movie ini, sayangnya eksekusinya tetap kurang untuk menghasilkan naskah nan kesempurnaannya solid. Namun secara keseluruhan, “The Day Before the Wedding” tetap layak tonton di Netflix buat penikmat movie lokal bermuatan kehidupan sosial nan mengangkat latar tidak biasa.

Selengkapnya
Sumber Review Movie Terbaru
Review Movie Terbaru