Review 3 Body Problem

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

3 Body Problem

Dalam bumi fisika, 3 Body Problem menghadirkan teka-teki serupa, nan mencerminkan kompleksitas penyesuaian novel Liu Cixin untuk media film.

Mulai dari peristiwa sejarah hingga kejadian kosmik, cerita ini menggali astrofisika teoretis dan menjelajah ke dimensi di luar pemahaman manusia.

Namun, terlepas dari tantangan-tantangan ini, para pembuat bisa menerima kompleksitas tersebut, menciptakan narasi multi-segi nan melampaui batas-batas aliran tradisional.

Review 3 Body Problem 

Serial ini meliputi beragam aliran – ada sebagian prosedural kepolisian, sebagian epik sejarah, sebagian misteri, dan sebagian pengembaraan fiksi ilmiah.

Ini dimulai dengan penyelidikan kematian ilmuwan, dipimpin oleh detektif misterius Da Shi, dan berpuncak pada bentrok antargalaksi.

review 3 body problem

Di tengah kekacauan, serial ini menyelidiki esensi kemanusiaan dan pertanyaan eksistensial nan mendefinisikan kita.

3 Body Problem. John Bradley as Jack Rooney in bagian 102 of 3 Body Problem. Cr. Courtesy of Netflix © 2024

David Benioff dan D.B. Weiss, nan dikenal lantaran karya mereka di “Game of Thrones,” memimpin berbareng co-showrunner Alexander Woo dan tim produksi bertabur bintang termasuk Rian Johnson, Brad Pitt, dan Rosamund Pike.

Dengan silsilah di baliknya, “3 Body Problem” menjanjikan bakal menjadi serial berikutnya nan wajib ditonton. Tapi apakah itu berhasil? 

Review 3 Body Problem

Narasinya melintasi waktu, dari perjuangan Maois hingga London kontemporer, dengan cekatan merangkai alur cerita nan rumit dan konsep-konsep nan menggugah pikiran.

Ini menantang penonton untuk bergulat dengan dimensi nan lebih tinggi, masyarakat tanpa kebohongan, dan teka-teki fisika, sembari mempertahankan rasa intrik dan penyesatan.

Namun, di tengah ambisinya, “3 Body Problem” mendapat banyak kritik.

Beberapa momen mengarah ke melodrama, terutama dengan karakter tertentu nan terasa dibuat-buat alias berlebihan.

Selain itu, meskipun pagelaran tersebut sukses membangun ketegangan, beberapa komponen CGI terputus-putus sehingga mengurangi pengalaman nan mendalam.

Selain itu, cakupan dunia aktivitas ini terkadang terasa terbatas, lantaran mengabaikan beragam akibat budaya dan politik dari premis utamanya. Meskipun konsentrasi pada pemeran utama memperkuat drama, perihal ini mengesampingkan reaksi masyarakat nan lebih luas nan dapat memperkaya narasinya.

3 Body Problem

Kesimpulan Review 3 Body Problem

Terlepas dari kekurangan ini, serial ini berdiri sebagai eksplorasi berani atas ide-ide kompleks dan tema-tema eksistensial.

Membawa penonton untuk mengikuti seluk-beluk materi sumbernya dengan percaya diri, kemudian membujuk untuk ikut dalam perjalanan menakjubkan melintasi ruang dan waktu.

Seiring berkembangnya serial ini, dia menantang penonton untuk merenungkan misteri alam semesta dan prinsip umat manusia itu sendiri.

Selengkapnya
Sumber Berita Film Terbaru
Berita Film Terbaru