Gugatan Trailer “menyesatkan” Universal Atas Penampilan Ana De Armas Di Film Yesterday Mencapai Penyelesaian Di Pengadilan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Dua orang nan menggugat Universal Pictures karena “menyesatkan” mereka untuk percaya bahwa Ana de Armas muncul dalam movie Yesterday telah menyelesaikan kasus mereka dengan studio tersebut. Peter Rosza dan Conor Woulfe mengusulkan gugatan mereka pada tahun 2022 setelah menyatakan bahwa kemunculan de Armas dalam trailer tersebut merupakan iklan palsu, dan telah mendorong mereka untuk menyewa movie tersebut dengan pretensi nan salah. Meskipun gugatan tersebut tampaknya ditakdirkan untuk kandas saat pertama kali dilaporkan, tampaknya ada cukup banyak kasus nan kudu dijawab sehingga kedua belah pihak mengusulkan penyelesaian berbareng di pengadilan.

Inti dari gugatan tersebut adalah bahwa, sebagai sebuah iklan film, konten dari trailer tersebut semestinya secara jeli mencerminkan produk akhirnya. Argumen Rosza dan Woulfe berpusat pada kebenaran bahwa mereka hanya menyewa movie tersebut dengan kepercayaan bahwa de Armas, nan adegannya dipotong dari movie final tetapi dimasukkan dalam trailer, ada dalam cerita dalam beberapa kapasitas. Meskipun Universal membantah bahwa trailer movie kudu dibebaskan dari pembatasan nan sama nan diterapkan pada iklan dan iklan di bawah Undang-Undang Amandemen Pertama, pengadil dalam kasus ini tidak setuju.

Meskipun pasangan ini sukses dalam satu bagian dari klaim mereka, argumen lebih lanjut bahwa setiap orang nan telah bayar duit untuk menonton movie tersebut kudu dianggap sebagai korban penipuan tidak meyakinkan pengadil untuk sepenuhnya berpihak pada penggugat. Hal ini mengakibatkan mereka diharuskan bayar sebagian dari biaya norma Universal. Rincian penyelesaian lengkapnya belum diungkapkan saat ini.

Sebagai informasi, De Armas awalnya memang semestinya berada di movie Yesterday, di mana karakternya bakal mempunyai hubungan romantis dengan karakter Jack nan diperankan oleh tokoh utama Himesh Patel. Namun, menurut penulis skenario Richard Curtis, De Armas “dikeluarkan” dari movie tersebut lantaran penonton di pemutaran uji tidak menyukai adanya bujukan antara kedua pasangan dalam movie tersebut.

Hasil dari gugatan ini berpotensi membuka pintu bagi para penonton bioskop nan tidak puas untuk mencoba peruntungan mereka dalam perihal menyuarakan kekecewaan mereka terhadap movie nan didasarkan pada janji-janji di trailernya. Selama bertahun-tahun, ada banyak unggahan di media sosial oleh para fans nan marah lantaran perbedaan antara apa nan mereka harapkan setelah memandang materi pemasaran dan movie finalnya.

Selengkapnya
Sumber Berita Film Terbaru
Berita Film Terbaru