Blumhouse Dikabarkan Ingin Mereboot Film My Bloody Valentine

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Tampaknya Blumhouse mau mereboot movie seram klasik lainnya, kali ini melalui movie slasher Kanada tahun 1981, My Bloody Valentine. Film klasik nan menjadi cult-classic ini disutradarai oleh George Mihalka dan sukses meraup $5,7 juta dolar di box office dengan anggaran hanya $2,3 juta. Sebuah movie reboot nan disutradarai oleh Patrick Lussier dirilis pada tahun 2009 dengan titel My Bloody Valentine 3D, nan kemudian meraup lebih dari $100 juta dengan anggaran nan sangat mini ialah hanya $14 juta dolar.

Menurut Bloody Disgusting, saat ini semuanya sedang dalam tahap pengembangan untuk movie reboot My Bloody Valentine. Belum ada berita mengenai perincian cerita, siapa nan bakal menyutradarai movie baru ini, alias casting. Jika movie reboot ini mendapat lampu hijau, ini bakal menjadi upaya terbaru Blumhouse untuk menghidupkan kembali IP nan sudah tidak aktif setelah Halloween dan The Exorcist.

Dirilis pada 11 Februari 1981, My Bloody Valentine dicela oleh para kritikus nan menganggapnya sebagai movie slasher biasa di tengah-tengah gelombang movie serupa nan dirilis pada periode tersebut. Ulasan kontemporer lebih menyukai movie ini, dengan beberapa menyebutnya sebagai salah satu movie slasher terbaik nan pernah dibuat. Berikut ini adalah sinopsis dari My Bloody Valentine.

“Cerita rakyat nan sudah berumur puluhan tahun tentang seorang pembunuh gila nan membunuh orang-orang nan merayakan Hari Valentine rupanya sesuai dengan legenda ketika sebuah golongan menentang kemauan si pembunuh dan mulailah muncul banyak korban.”

My Bloody Valentine

Meskipun movie aslinya tidak mendapat sambutan nan baik dari para kritikus saat dirilis, My Bloody Valentine 3D pada tahun 2009 pada awalnya mendapat sambutan nan jauh lebih baik, dengan banyak nan memuji nilai produksi dan penampilan para pemerannya, seperti Jensen Ackles, Jamie King, dan Kerr Smith. Namun, para kritikus aliran ini juga menunjukkan elemen-elemen slashernya nan lebih baku, dan pada saat nan sama mengecam penggunaan 3D, nan dianggap tidak lebih dari sekadar gimmick murahan untuk menarik penonton ke bioskop. Ulasan nan beragam inilah nan menyebabkan Lionsgate akhirnya tidak jadi membikin sekuelnya.

Didirikan pada tahun 2000 oleh Jason Blum dan Amy Israel, tampaknya Blumhouse tidak pernah melakukan kesalahan. Menjadi terkenal dengan Paranormal Activity, Insidious, dan Sinister, perusahaan produksi terkenal ini terus meraih kesuksesan sepanjang tahun 2010-an, merilis sejumlah movie seram favorit fans nan menghadirkan sesuatu nan segar pada aliran nan mudah ditebak.

Namun, sejak berakhirnya trilogi Halloween baru-baru ini pada tahun 2022 dengan Halloween Ends, nan oleh banyak orang dianggap sebagai salah satu movie terburuk nan pernah diproduksi Blumhouse, perusahaan ini tampaknya telah kehilangan fans nan pernah menjunjung tinggi perusahaan ini. Sementara film-film seperti M3GAN, Sick, dan Five Nights at Freddy’s secara umum diterima dengan baik, film-film kandas lainnya seperti Night Swim, Imaginary, dan The Exorcist: Believer tampaknya telah menodai reputasinya dalam memproduksi movie seram berbobot tinggi.

Apakah reboot My Bloody Valentine bakal sukses mendapatkan kembali kepercayaan para fans seram alias tidak, tetap kudu dilihat, tapi sementara itu, Blumhouse berambisi rilisan-rilisan berikutnya seperti Wolf Man, M3GAN 2.0, dan Five Nights at Freddy’s 2 setidaknya dapat membuktikan pada para penonton bahwa mereka tidak kehilangan arah.

Selengkapnya
Sumber Berita Film Terbaru
Berita Film Terbaru