Alec Baldwin Akan Diadili Atas Insiden Penembakan Rust

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Seorang pengadil di New Mexico telah menolak mosi Alec Baldwin untuk membatalkan tuduhan pembunuhan tidak disengaja mengenai penembakan fatal terhadap sinematografer Halyna Hutchins di letak syuting movie Rust. Hakim Mary Marlowe Sommer memutuskan pada hari Jumat lampau bahwa kasus ini telah diajukan ke majelis juri, sehingga meningkatkan kemungkinan persidangan Baldwin bakal dilanjutkan pada musim panas ini. Pengacara Baldwin telah mengusulkan beberapa keberatan atas penanganan kasus tersebut oleh jaksa penuntut.

Insiden Rust tersebut terjadi pada tahun 2021 ketika Baldwin, saat berlatih dengan pistol revolver kuno, secara tidak sengaja melepaskan peluru tajam nan secara tragis menewaskan Hutchins. Tim pembela Baldwin beranggapan bahwa jaksa penuntut kandas menyajikan bukti krusial kepada majelis juri, nan dapat mendukung kasus Baldwin. Mereka menyatakan bahwa jaksa penuntut “mengarahkan para juri untuk menjauh” dari saksi-saksi nan bakal bersaksi bahwa bukan tanggung jawab Baldwin untuk memastikan bahwa senjata itu kondusif untuk dipegang.

Namun, dalam perintah tertulisnya, Hakim Marlowe Sommer menegaskan bahwa jaksa penuntut bertindak dengan itikad baik dan bahwa majelis juri telah diberitahu dengan baik tentang bukti dan saksi dari pihak pembela, meskipun mereka memilih untuk tidak mempertimbangkannya. “Pengadilan tidak berada dalam posisi untuk mempertanyakan kembali keputusan majelis juri dalam perihal ini,” tulisnya.

Keputusan pengadil tersebut membahas secara spesifik prosedur grand jury di New Mexico, di mana pihak pembela tidak dapat memanggil saksi selama persidangan. Sebagai gantinya, mereka dapat mengirimkan surat kepada jaksa penuntut, termasuk bukti nan meringankan dan saksi nan menguntungkan. Sejak penembakan pada 21 Oktober 2021, Baldwin secara konsisten menyatakan bahwa dia tidak bertanggung jawab atas kematian Hutchins, dengan argumen bahwa dia tidak mempunyai argumen untuk mencurigai bahwa pistol tersebut berisi peluru tajam, nan dilarang di letak syuting Rust. Baldwin juga menyatakan bahwa dia tidak menarik pelatuknya, menyatakan bahwa pistol itu meletus ketika dia menarik kembali pelatuknya dan melepaskannya.

Terlepas dari upaya Baldwin untuk membatalkan dakwaan, termasuk mosi nan menyatakan bahwa pistol tersebut rusak selama pengetesan FBI, Hakim Marlowe Sommer belum memutuskan mosi pembelaan lainnya. Pengacara Baldwin juga menunjuk pada vonis terhadap Gutierrez-Reed, mahir persenjataan movie tersebut, nan dijatuhi balasan 18 bulan penjara lantaran pembunuhan tidak disengaja. Mereka berdasar bahwa Baldwin tidak mempunyai argumen untuk percaya bahwa pistol tersebut diisi dengan peluru tajam, mengutip standar industri nan menyatakan bahwa peluru tajam tidak boleh ada di letak syuting.

Jaksa penuntut menuduh Baldwin mengabaikan protokol keselamatan nan signifikan pada hari penembakan, menolak untuk berperan-serta dalam pemeriksaan keamanan senjata dan menangani pistol dengan tidak tepat selama latihan. “Dia melanggar keamanan senjata nan sudah ada sejak puluhan tahun lampau dan menetapkan standar keamanan dengan mengarahkan pistol kepada seseorang, mengokangnya, dan menarik pelatuknya,” tulis jaksa penuntut, Kari T. Morrissey.

Saat ini, persidangan Baldwin bakal dimulai pada bulan Juli, dengan penolakan mosi nan diajukannya bakal menandai langkah krusial menuju resolusi dalam kasus besar ini.

Selengkapnya
Sumber Berita Film Terbaru
Berita Film Terbaru