10 Film Sutradara Hollywood Terbaik Yang Flop

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kesuksesan sutradara di industri perfilman lahir dari konsistensi kualitas dari movie nan mereka ciptakan. Menuai untung box office melimpah pada satu movie belum tentu menjamin kesuksesan nan berkelanjutan, apalagi untuk nama-nama besar di Hollywood. Melihat banyak nama sukses nan dengan mudah menerima biaya dari rumah produksi saat ini, ada saat dimana mereka juga mengalami flop.

Film nan flop tak selalu lantaran kualitas penyutradaraan dan naskahnya. Tak jarang lantaran kesalahan pada strategi marketing dan promosi, serta faktor-faktor lain nan tidak terduga. Namun nan terpenting adalah gimana beberapa sutradara sukses bangkit dari kegagalan nan tidak mematahkan semangat kreatifitas mereka. berikut sederet movie sutradara Hollywood terbaik nan mengalami flop.

New York, New York (1977) – Martin Scorsese

Budget: 14 Juta USD
Box Office: 16.4 Juta USD

Setelah sukses dengan “Taxi Driver”, Martin Scorsese mulai mendapatkan reputasi sebagai salah sutradara terbaik pada masanya. Ingin bereksperimen dan keluar dari area nyamannya di movie aliran neo-noir dan drama kriminal, “New York, New York” menjadi movie bergenre romansa musikal nan dibintangi oleh Robert De Niro sebagai saxophonist jazz. Sayangnya, penelitian Scorsese tidak terima dengan baik oleh penikmat movie pada masanya.

Kegagalan “New York, New York” sampai membikin Scorsese depresi dan kecanduan obat terlarang. Namun kita sendiri saksinya, bahwa sutradara veteran Hollywood ini sukses bangkit dan merilis lebih banyak lagi movie sukses hingga saat ini. Meski akhirnya menerima statusnya sebagai sutradara di satu aliran saja, Martin Scorsese menggeluti keahliannya dan terus mengasah di bagian nan paling dia kuasai tersebut.

West Side Story (2021) – Steven Spielberg

Budget: 100 Juta USD
Box Office: 76 Juta USD

Kegagalan finansial di industri perfilman selama masa pandemi tidak padang bulu. Bahkan sutradara sebesar Steven Spielberg juga tak luput dari kegagalan dengan movie remake musikal “West Side Story”.

Film nan dibintangi oleh Ansel Elgort dan Rachel Zegler ini menjadi penyesuaian layar lebar kedua kalinya dari pagelaran panggung oleh Jerome Robbins dan Leonard Bernstein pada 1957.

Padahal movie ini diakui kualitasnya dalam beragam aspek. Mulai dari penampilan setiap aktornya, kreasi latar, tata busana dan makeup, koreografi, pengarahan musik, hingga sinematografinya nyaris sempurna. Banyak nan mengakui “West Side Story” melampaui jenis 1961. Namun sayangnya, kegagalan finansialnya terlalu besar. Diperkirakan lantaran pandemi dan penundaan tanggal rilis hingga akhirnya movie nan tayang di platform streaming nan tak jauh dari tanggal rilis bioskop.

Death Proof (2007) – Quentin Tarantino

Budget: 30 Juta USD
Box Office: 31 Juta USD

Diantara film-film sukses Quentin Tarantino nan ikonik, “Death Proof” nan performanya paling lemah di box office pada masanya. Film ini sendiri mempunyai konsep perilisan dan marketing nan cukup berbeda, sebagai double feature di bawah titel “Grindhouse”, pasangannya adalah movie “Planet Terror” oleh Robert Rodriguez.

Double feature nan direncanakan merupakan konsep marketing movie nan mungkin tidak dipahami oleh penonton movie umum di era 2000an. Membuat “Death Proof” kandas menyampaikan visinya pada penonton umum, sayangnya juga menerima kritikan nan tidak solid dari media. Namun tak sedikit juga fans militan Tarantino nan tetap jatuh hati dengan “Deth Proof”, serta mengapresiasi keberanian sang sutradara dalam bereksperimen.

Blade Runner 2049 (2017) – Denis Villeneuve

Budget: 150 Juta – 185 Juta USD
Box Office: 267,5 Juta USD

Pada 2017, Denis Villeneuve merilis sekuel dari movie sci-fi klasik Ridley Scott “Blade Runner” (1982). “Blade Runner 2049” dibintagi oleh Ryan Gosling sebagai replicant berjulukan K.

Daripada movie epic sci-fi penuh aksi, movie berlatar heavy futuristic ini lebih mengeksplorasi nilai kemanusiaan dan identitas K sebagai protagonisnya nan sangat emosional dan mendalam. Sayangnya, meskipun banyak mengakui bahwa movie ini salah satu nan terbaik dalam genrenya, tak sedikit pula media besar nan menyebut movie ini terlalu panjang, lambat, dan membosankan.

Baru-baru ini, Villenueve sendiri saja mengakui jika dia menyesal telah menciptakan “Blade Runner 2049” dan tak mau mengutak-atik lagi semesta sinematik sutradara lain lagi. Meskipun pendapatan globalnya sudah melampaui budget, movie ini diperkirakan butuh pendapatkan hingga 400 Juta USD untuk sukses secara finansial. The Hollywood Report pun memperkirakan movie ini rugi 80 Juta USD.

The Last Duel (2021) – Ridley Scott

Budget: 100 Juta USD
Box Office: 30.6 Juta USD

“The Last Duel” adalah movie pengarahan Ridley Scott nan naskahnya ditulis oleh Nicole Holofcener berbareng Ben Affleck dan Matt Damon nan juga menjadi tokoh dalam movie period drama ini.

Berdurasi lebih dari 2 jam, movie ini menampilkan satu kisah skandal pelecehan seksual dari tiga perspektif. Presentasinya mengingatkan kita pada movie klasik Jepang, “Rashomon” nan mempopulerkan style narasi demikian.

Film ini mengalami kegagalan finansial juga lantaran akibat dari masa pandemi. Dijadwalkan rilis pada 25 Desember 2020, mundur ke 8 Januari 2021, hingga akhirnya rilis pada 15 Oktober 2021. Kemudian 45 hari kemudian sudah rilis secara digital. Lepas dari kualitasnya tetap patut masuk koleksi movie Ridley Scott terbaik, beragam aspek menyudutkan kesusksesan finansial “The Last Duel”.

One from the Heart (1981) – Francis Ford Coppola

Budget: 26 Juta USD
Box Office: 636.796 USD

Francis Ford Coppola mempunyai nama besar di bumi perfilman berkah kesuksesan “The Godfather” trilogy nan ikonik dan “Apocalypse Now”. Namun “One from the Heart” menjadi movie kandas total di box office dengan pendapatan nan jauh lebih rendah dari budget dan visi ambisius dari Coppola. Film bergenre romansa musikal tersebut berlatar di Las Vegas, menggunakan teknologi dan kreasi latar inovatif pada masanya.

Sayangnya, lepas dari kreasi produksi nan ambisius, banyak nan mengulas movie ini lemah dalam plot dan kedalaman cerita. Mengingat kasus nan serupa menimpah Martin Scorsese, ada saat dimana sutradara Hollywood mau menciptakan movie musikal. Genre tersebut dianggapa sebagai classic Hollywood nan bergengsi. Namun nyatanya, tak semua sutradara brilian bisa menciptakan movie musikal nan menawan.

Dune (1984) – David Lynch

Budget: 40 Juta – 42 Juta USD
Box Office: 30.9 Juta – 37.9 Juta USD

Sebelum Denis Villeneuve menuai kesuksesan besar dengan “Dune”-nya, David Lynch menjadi sutradara pertama nan telah mencoba membawa semesta sci-fi dari novel Frank Herbert ke layar lebar pada 1984. Berbanding terbalik dengan Villeneuve, Lynch kandas menuai kesuksesan finansial. Padahal dia telah menandatangi perjanjian untuk dua movie dan telah dalam proses mengerjakan naskah sekuel. Namun lantaran movie pertamanya gagal, rencana sekuel dibatalkan.

“Dune” jenis David Lynch ini juga menerima beragam ulasan negatif, dengan konklusi gagalnya mengadaptasi semesta sci-fi ke dalam movie opera luar angkasa. Mulai dari narasi dan plot nan membingungkan, hingga kekurangan dalam mempresentasikan kedalam karakter dalam latar sci-fi nan bisa menantang untuk memikat penonton baru.

Bottle Rocket (1996) – Wes Anderson

Budget: 5 Juta USD
Box Office: 560.069 USD

Wes Anderson nan dikenal sebagai sutradara paling quirky saat ini mengawali karir filmnya dengan flop. “Bottle Rocket” adalah movie debutnya sebagai sutradara dengan budget 5 Juta USD dengan pendapatan box office nan apalagi tidak sampai 1 Juta USD. Meskipun kandas secara finansial, “Bottle Rocket” menuai pujian dari sutradara papan atas, Martin Scorsese. Film debut Anderson tersebut masuk dalam daftar movie terbaik Scorsese dari era 1990an.

Berkat valiadasi dari sutradara nan namanya sudah besar kala itu, Wes Anderson akhirnya mendapatkan budget 10 Juta USD untuk memproduksi “Rushmore”, nan akhirnya menjadi movie breaktrhoug-nya. Meski belum mengalami kesuksesan besar lagi pasca “The Grand Budapest Hotel” pada 2014, dia tetap aktif memproduksi film-film quirky dan imajinatif nan cukup sukses di skenanya sendiri.

Babylon (2022) – Damien Chazelle

Budget: 78 Juta – 80 Juta USD
Box Office: 63.4 Juta USD

Sukses melalui movie keduanya, “Whiplash” dan nyaris memenangkan Best Picture dengan “La La Land”, sekarang Damien Chazelle berada di ‘purgatori’ lantaran kegagalan “Babylon”. Sama sekali bukan salah sang sutradara, “Babylon” adalah movie terbaik dengan marketing terburuk di 2022. Ini semestinya bisa menjadi breakthrough karir untuk tokoh utamanya, Diego Calva, namun Brad Pitt dan Margot Robbie nan dipromosikan sebagai bintang utama. Banyak perihal misleading dalam promosi filmnya.

Intisari movie ini adalah perjuangan para sineas pada era 1920an Hollywood nan mengalami pasang surut karir lantaran transisi dari movie bisu menjadi movie dengan suara. Namun pada awal promosinya, “Babylon” hanya dipromosikan sebagai movie tentang aktor-aktor berpesta pora pada masanya dengan jejeran tokoh A-list Hollywood. Baru-baru ini, Damien Chazelle sendiri menyatakan tidak bakal mendapatkan budget besar setelah kegagalan “Babylon”.

Tenet (2020) Christopher Nolan

Budget: 205 Juta USD
Box Office: 365.9 USD

“Tenet” merupakan movie action sci-fi garapan Christopher Nolan dengan budget termahalnya. Meskipun mendapat raihan box office di atas budget, ditambah dengan biaya promosinya, “Tenet” kudu meraih 400 Juta hingga 500 Juta USD box office untuk menghasilkan profit. Diperkirakan rugi 100 Juta USD, Warner Bros. sendiri menyatakan filmnya tersebut mengalami kerugian kurang dari 50 Juta USD.

Rilis tak lama setelah pandemi pecah, diantar awal masa karantina global, Nolan sempat mengalami kesulitan untuk mempromosikan dan merilis filmnya di bioskop.

Nolan sempat memanas ketika Warner Bros. mengumumkan menjual semua movie nan bakal mereka rilis ke HBO MAX lantaran krisis pandemi. Kondisi bumi nan susah dan antusiasme penikmat movie untuk datang ke bioskop nan menurun kala itu, cukup mempengaruhi performa “Tenet” nan tidak disambut dengan hype seperti film-film Nolan sebelumnya.

Selengkapnya
Sumber Review Movie Terbaru
Review Movie Terbaru